Antara Menikah Muda, Atau…… ?

Sharing is caring!

Menemukan pasangan hidup adalah sesuatu yang membutuhkan waktu. Beruntung bagi mereka yang menemukannya lebih cepat, sehingga bisa memulai biduk rumah tangga lebih cepat. Memulai rumah tangga di usia muda, tentunya memiliki keasyikan dan tantangannya sendiri.

Bagi mereka yang merasa ingin menunda pernikahan, maka bukan hal yang perlu dipermasalahkan juga. Sebab usia dan jodoh adalah hal yang hanya bisa diusahakan oleh manusia, dan bisa berbeda dengan kehendak Tuhan.

Kita hanya sesosok hamba yang menjalani takdir-Nya.

 

Tantangan Dan Serunya Menikah Muda

Ketika memutuskan untuk menikah muda, maka ada hal-hal menyenangkan yang akan menanti. Tetapi, bukan tak mungkin badai prahara sesekali menghalangi perjalanan pernikahan.

Lalu, seperti apa sih rasanya menikah muda?

Sepasang suami istri yang masih berusia muda, tentu memiliki kekuatan fisik yang prima. Sehingga, mereka masih memiliki kekuatan untuk merintis segala sesuatunya bersama-sama.

Misalnya, membeli rumah dan isinya. Atau, travelling bersama-sama ke tempat impian. Sepertinya cukup asyik bukan?

Ketika memiliki anak, daya tahan fisik sangat diuji. Ketika itulah usia yang masih muda menjadi keuntungan. Sebab, kita tak pernah tahu kapan sang anak ingin terjaga sepanjang malam.

Usia yang relatif muda pun membuat sang orang tua masih memiliki jiwa anak-anak, supaya bisa bermain lebih asyik dengan buah hatinya.

Namun demikian, tak bisa dipungkiri bahwa darah muda begitu bergejolak. Terkadang, ego di antara pasangan suami istri hampir tak bisa dibedakan mana yang lebih besar.

Pertengkaran biasanya berkaitan dengan pergaulan. Karena menikah muda, jiwanya masih suka ‘nongkrong’ dengan teman-teman hingga larut malam.

Ego masing-masing pula yang sering membuat perencanaan keuangan menjadi kacau balau. Misalnya, ketika sama-sama menabung untuk membeli mobil.

Lalu, pada saat bersamaan, ada konser dari band legendaris favorit si suami. Pergolakan batin pun akan timbul, yang bisa menjadi percik pertengkaran. Hal sederhanapun bisa menjadi masalah yang rumit.

Pernikahan di usia muda akan baik-baik saja, ketika pasangan suami istri mengerti betul mana prioritas, mana hasrat belaka. Sebab, menikah di usia muda sudah tentu memiliki konsekuensi kehilangan masa muda, meski hal ini tidak mutlak.

 

Menunda Menikah? Kenapa Tidak?

Menunda untuk menikah memang tak ada salahnya. Ibarat pepatah, lebih baik menunggu orang yang tepat ketimbang menghabiskan waktu bersama orang yang salah.

Faktanya di lapangan, tidak semua pasangan muda yang menikah berakhir bahagia. Mungkin lebih baik menata hati agar mantap ketika melangkahi gerbang pelaminan.

Sambil menikmati ‘masa tunggu’ itu, banyak hal yang bisa dilakukan, terutama untuk mengembangkan diri. Misalnya, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Pendidikan memang bukan jaminan masa depan sukses. Tapi, pendidikan adalah tiket Anda untuk masuk ke kehidupan yang lebih baik.

Kesendirian pun mengajarkan kita tentang kesabaran. Entah berapa kali reuni yang mungkin akan didatangi tanpa sesosok pendamping. Ketika itu terjadi, entah berapa kali pertanyaan ‘kapan nikah?’ akan terlontar dari orang-orang. Ah, tak usah diambil pusing.

Nikmati saja kesendirian itu. Dengan sendirian, Anda jadi lebih bebas pergi ke mana pun yang Anda suka. Tempat-tempat tujuan yang tak terduga pastinya menyimpan banyak cerita untuk dikenang.

Bukan tak mungkin sosok teman sehidup semati itu dapat Anda jumpai dalam sekelumit petualangan itu bukan?

Atau, kenapa tidak menghabiskan waktu sendiri itu untuk mengejar karir? Menikah ‘kan butuh modal yang tidak sedikit. Tak ada salahnya membangun pondasi karir sejak dini, sehingga pada saatnya menikah nanti, Anda sudah memiliki kemapanan sebagai pegangan hidup.

Menikah di usia muda atau menunda pernikahan sejenak, sama-sama memiliki tantangannya sendiri. Tantangan tersebut pun akan menjadi sebuah pengalaman berarti yang bisa mengubah pribadi kita menjadi lebih bertanggung jawab.

Kalau Anda, lebih memilih menikah muda atau menundanya terlebih dahulu?